Tampilkan postingan dengan label Journal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Journal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Mei 2020

Pede Sesuai Porsinya

Pengen nulis lagi, kali ini tentang "pede sesuai porsinya".

Gagal itu normal, lu gak bisa kayak yang lain itu normal.
Berhenti ngebanding-bandingin diri lu sama orang lain, kalau orang lain begini begitu, pengen kantong ajaib, ya biarain aja, lha wong itu hak mereka.

Effort belum tentu sama dengan hasil, artinya kalau effort lu gede tapi hasilnya gak sesuai yang lu harepin ya itu normal.
Sering kali itu yang bikin kita kecewa.
Tapi bukan berati lu gak harus berusaha.
Iya awalnya gw kek gitu, kecewa, tapi pas gw merasa seperti itu, gak ada untungnya buat gw, kalau terus dipikirin malah makin blangsak aja.

Dulu gw pernah menulis, kalau ada sesautu yang tidak bisa kita kontrol dan sering kali itulah yang membuat kita kecewa, faktor eksternal.

Praise yourself, praise your work, lu gak harus butuh approval dari orang lain untuk menganggap diri lu berharga.
Kalau orang lain gak notice diri lu atau karya lu ya gak masalah, tapi ketika lu gak bangga dengan diri lu, karya lu, atau pencapain lu itu menjadi masalah.
Kenapa? karena lu punya hak untuk itu, gunain dong. lu patut bangga dengan diri lu dan juga karya lu.

Don't use their standard to be your standard.

Dari situ gw belajar buat gak expect ke apapun sih.
Gw gak berharap terhadap apapun, gw gak berharap gw sukses, gw gak berharap ini itu.
Tapi ada kalanya gw pengen sesuatu, misalnya gw pengen beli sepeda tapi gw gak berharap gw punya sepeda.

Gw pengen ke Kathmandu, tapi gw gak berharap pergi ke Kathmandu.
Ya ntar kalau duit gw udah cukup, ya tinggal pergi aja, kalau gak ada duit gimana ? ya gak gimana-gimana.
Gw lakuin apa yang gw bisa, gw lakuin apa yang gw bisa, gw lakuin apa yang gw mampu.

Ada satu jargon yang menurut gw sesuai dengan apa yang gw cari “start small”.

Ada satu hal lagi, ketika gw baca jurnal orang-orang mereka ngetawain kehidupan mereka sampe hal terkecil dan yang awalnya menurut gw weird, gak jelas, paansi.
Lama kelamaan gw enjoy dan agak merubah cara pandang gw, meski gw tidak percaya dengan yang namanya harapan.
Tapi dengan melihat harapan orang-orang tersebut membuat gw tersenyum dan lebih menikmati hidup.

Lalu kalau ada orang lain yang bilang kamu weirdo, kamu harus begini begitu, say it “i am what i am, and i am authentic”.
So, love yourself dan ingat kamu itu berarti.

Kalau cara pandang lu beda sama gw ya itu normal, cara pandang kita gak harus sama, gak harus sepaham. Karena kita adalah mahluk berpikir.

“I expect nothing, but I want something“, eh gak deng gw pengen banyak sih. hehe..

Kamis, 16 Januari 2020

Don’t know why God created fear when it becomes insecurities

Today, i am trying to make journal cause i want to make sure i have a medium to outta what’s on my mind. Fear? Do you know what fear is? Do you have a fear? yeah, me too. I am an introvert person, but when i see funny picture or meme i became so impulsive. But, my funny things maybe not your funny things.

Some say fear is good, but when it comes too much, it can tackle you down from your life path. This all about the insecurities problem that i faced. Insecurities are the biggest mistake that God has created. Still don’t know how to solve this issue.

Rabu, 08 Januari 2020

Rp 18.000,- Pas, Tidak Kurang Tidak Lebih

Tadi malam sepulang kerja menyempatkan waktu untuk membeli makan. Bukan kwetiaw, kali ini nasi goreng jadi pilihan karena bunyi perut kelaparan sudah mengalu-alu. Belilah nasi goreng campur mie tanpa tanya harganya dulu kepada bapak penjual. Setelah selesai makan masih duduk tenang, menunggu makanan turun ke usus.

Photo ini diambil sebelum makan karena ada tulisan "Dilarang parkir di depan pintu" persis di depan meja makan


Setelah itu, mau balik tanyalah harga nasi goreng ke penjualnya. Ternyata total habis 18ribu, mulailah merogoh uang yang ada di saku celana. Di sana cuma ada 1 lembar uang 10ribu dan 3 lembar uang 2ribu. Kemudian mulai membuka dompet, di situ cuma ada kertas bon dan kertas transaksi ATM. Mulai panik, di saat seperti itu yang teringat adalah Ibuk dimana beliau selalu bisa menemukan barang yang hilang di rumah. Di saat seperti itu, biasanya Ibuk bilang. "tenang.. ambil nafas.. kamu tadi mulai dari mana coba ditelusuri pelan pelan" dan ajaib benda itu ketemu.

Di saat saya panik, tenang menjadi solusi utama. Kemudian barulah saya ingat, biasanya di bagasi motor ada uang receh. Sebelum keluar tenda tempat makan untuk mengambil uang, entah ada angin apa saya nyeletuk dalam hati. "Bener nggak sih kalau di saat orang kesusahan Allah bakal bantu". Lalu saya tidak jadi keluar tenda balik ke tempat duduk. Membuka ransel bagian depan di situ ada 2 uang koin 500-an. Nah alhamdulillah, sekarang kurang seribu.

Gak tahu kenapa, tangan saya membuka dompet dan membuka-buka tiap sekat didalamnya barang kali ada yang terlewat. Benar saja, di antara tumpukan kertas bon tersebut ada 2 koin uang 500-an. Kalau ditotal pas Rp 18.000,- tidak kurang tidak lebih. Ternyata benar, kalau kita husnudzon kita yakin sama Allah maka Allah akan beri kemudahan untuk kita.

Sabtu, 27 Juli 2019

Hidup Woles ala Filsafat Stoa

Beberapa minggu lalu, ada satu video di YouTube yang selalu muncul di halaman rekomendasi saya. Video itu berjudul "Lebih dari Menahan Emosi (Filsafat Stoa dalam 15 Menit)".



BukaTalks adalah salah channel YouTube favorit saya, ini adalah salah satu video dari BukaTalks yang paling saya suka.




Kembali ke video awal, karena saya penasaran akhirnya saya klik. Baru 5 menit di awal, saya memutuskan untuk berhenti menontonnya. Kenapa berhenti? karena menurut saya, video ini terlalu berfaedah untuk didengarkan sambil multitasking. Lalu, video tersebut saya masukkan ke dalam playlist "watch later" dan saya memutuskan untuk menontonnya pada akhir pekan selesai jogging. Di mana hormon endorfin dan dopamin dapat membantu untuk rileks dan fokus sehingga dapat menangkap pesan dengan baik, maunya sih gitu. Besoknya karena masih penasaran, akhirnya sama mencoba mencari video dengan topik yang sama namun dalam format podcast. Kenapa podcast? jawabnya ada di ujung langit. Ketemulah video ini.



Lalu, apa sih Stoisme itu ? Stoisme adalah paham atau aliran filsafah yang diajarkan oleh seorang filsuf Yunani-Romawi yang bernama Zeno. Stoisme mengajarkan untuk hidup woles. Dalam hidup pasti ada beberapa faktor yang bisa kita kontrol dan tidak bisa kita kontrol. Di mana faktor tersebut seringkali mempengaruhi perasaan dan mood kita.

Misalnya dan yang paling sering terjadi adalah pada saat kita bermain sosial media, khususnya Instagram. Pada saat kita meng-upload foto, kita berharap foto kita di-like oleh banyak orang. Pada kenyataannya, hanya beberapa orang saja yang me-like foto kita. Tentu, hal tersebut akan langsung berpengaruh pada mood dan perasaan kita dan dampaknya bisa merembet ke mana-mana. Baik itu ke pekerjaan dan sekitar kita. Faktor itulah yang saya rasakan ketika awal-awal bermain Instagram.

Namun, seiring bertambah umur. Iya, yang pasti umur saya bertambah nggak tahu kalau soal kedewasaan. Saya mulai mengubah orientasi saya pada saat memposting foto. Yang dulunya karena ingin mendapatkan like, sekarang berubah. Ketika saya memposting foto di Instagram atau sosial media manapun, saya ingin berbagi moment di sekitar saya. Saya menikmati moment itu, saya menikmati setiap detail foto yang saya edit. Garis, exposure, kontras, hitam-putih, everything.

Pada saat itu, saya berharap Instagram memiliki fitur untuk menghilangkan tombol like. Walaupun sekarang sudah ada wacana akan hal tersebut. Lalu, akhirnya saya memutuskan untuk berhenti bermain Instagram. Saya berhenti karena yang pasti ingin hemat kuota, cache di-smartphone nggak penuh, and believe me, feed di recommendation Instagram itu adiktif dengan ifinite scroll-nya. Lalu, saya berpindah ke sosial media yang text based. Yak benar sekali Twitter, Twitter adalah sosial media yang cocok untuk seseorang yang punya motto hidup bodo amat tapi nggak bodo-bodo banget. Dari situ, saya merasa less stressed, banyak ilmu yang saya dapatkan. Oke, selesai sudah sesi curhatnya. kembali lagi ke stoisme.


Ajaran hidup Stoa bertujuan untuk mengurangi emosi negatif, rasa takut, kawatir, cemas, marah, dan hal-hal negatif lainnya, di mana hal-hal tersebut terjadi karena respon kita terhadap peristiwa atau faktor yang di luar kendali kita.

Dikotomi kendali, dalam hidup dan segala hal yag terjadi dalam hidup dibagi menjadi 2,

  • Hal-hal di bawah kendali kita, contohnya pikiran, tindakan, perkataan atau ucapan. Bahkan tindakan kita kadang terbatas misalnya kalau kita di penjara. Satu-satunya hal yang paling berharga dan sepenuhnya di bawah kendali kita adalah pikiran. Oleh karena itu pentingnya menjaga pikiran kita untuk tetap sehat. Sayangi dirimu.
  • Hal-hal di luar kendali kita, seperti cuaca, eknomi, bahkan kesehatan pun di luar kendali kita. Contohnya tadi, pada saat jogging di kebun raya ada satu pemuda (ignorant) dengan santainya merokok sambil berjalan. Padahal di sekitarnya ada orang yang sedang berolahraga, terlebih ada anak kecil. Walaupun penyebab kanker masih menjadi perdebatan, bisa jadi karena unhealthy lifestyle. Akan tetapi tindakan pemuda tersebut tidak dapat dibenarkan. 


Lalu, pentingnya amorfati atau mencintai nasib, apapun yang diberikan takdir cintailah dan terimalah.
Meskipun begitu bukan berarti kita harus apatis dan pasrah. Yang perlu kita lakukan adalah kita menyadari bahwa outcome dari setiap tindakan kita berasal atau dipengaruhi hal-hal yang berada di luar kendali kita. Apapun hasilnya syukuri dan kalau tidak kejadian jangan mengutuk diri

Pada saat memanah pilihlah untuk mengenai sasaran, akan tetapi jangan berharap mengenai sasaran.

Pada saat kita memanah di situ ada faktor yang mempengaruhi, angin misalnya. Yang terpenting adalah nikmatin prosesnya dan terimalah hasilnya. Karena terkadang takdir membawa kita kepada hal-hal baru, beyond our imagination.

Present time atau hal yang terjadi saat ini (baik itu bagus atau jelek) adalah proses rangkaian apa yang kita lakukan sebelumnya. Kalau bagus kita syukuri. Untuk yang jelek kalau kita berpikiran positif yaudah nikmatin aja karena itu bagian dari hidup, buat apa juga melawannya dan disesali.

Buat apa meratap-ratap dan hal tersebut tidak akan mengubah masa lalu. Mau diapain lagi juga nggak bisa. Yang perlu kita lakukan adalah kita menerima dengan legowo dan tenang, sambil kita bisa menarik pesan apa dari peristiwa tersebut.
Fokus saja pada masa depan dan hal yang terjadi sekarang, karena masa depan masih bisa kita gapai dan penuh misteri apapun bisa kejadian. (hukum murphy)

Mau marah juga tidak ada gunanya, untuk apa menghabiskan tenaga untuk hal-hal yang diluar kendali kita. Kalaupun kita marah pasti juga akan ada yang dirugikan, baik itu kamu sendiri ataupun orang lain. Kesimpulannya nikmati hidup apapun yang kamu alami ya itu bagian dari hidup.

Mungkin kita menganggap bahwa filsafat Stoisisme ini hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri. Padahal kenyataannya filsafat ini megajarkan kita untuk hidup bersosial. Di mana filsafat ini mengajarkan kita dalam hal anger management, dan marah adalah salah satu faktor yang bisa merusak hubungan kita dengan orang lain dan juga bermasyarakat.

Untuk hidup bersosial, saya ada pengalaman yang menarik. karena sebelumnya saya tinggal di Jogja, ketika melewati gang saya sudah terbiasa megucap salam "monggo  Pak, monggo Buk" dan bapak atau ibu tersebut memberikan respon yang sama sambil tersenyum. Namun, ketika saya pindah ke kota yang sekarang ketika melewati gang dan berpapasan dengan orang lain ataupun yang lebih tua, saya tidak mendapatkan respon yang sama seperti ketika tinggal di Jogja. And dangg.. it truly makes me sad. Tapi, meskipun begitu ketika saya menyapa orang disekitar yang memang saya kenal seperti ibu-ibu penjual makanan dan gorengan langganan saya mereka memberikan respon yang baik. Sehingga kesimpulan saya, mereka tidak merespon dengan sesuai dengan yang saya harapkan bisa jadi karena saya orang asing atau stranger sehingga mereka belum terbiasa. Sisi positifnya adalah ketika pindah atau mengunjungi suatu tempat bukan mereka yang harus menyesuaikan dengan kemauan kita, akan tetapi kitalah yang harus menyesuaikan dengan adat istiadat ataupun budaya di wilayah tersebut.

Kebahagiaan tidak datang diluar kendali kita.

Yang patut kita syukuri adalah kita pernah hidup. Di mana sesuatu yang hidup sudah pasti akan mati.
Kata mereka kematian adalah bagian dari nature, dalam hal ini alam semesta. Kalau kata Steve Jobs,

Death is the best invention of life

Dengan mengingat kematian, kita akan jadi lebih bersyukur dan menikmati waktu kita, terlebih dengan orang yang kita sayangi, dengan keluarga.










Minggu, 14 Juli 2019

Review Artikel MVPr : Minimum Viable Profit ~ Karya Paul Jarvis




Malam minggu (escape for a while), akhirnya saya memutuskan untuk me-review dan merangkum artikel mengenai MVPr atau Minimum Viable Profit dari sudut pandang One Person Company yang ditulis oleh Paul Jarvis:

Minimum Viable Profit (MVPr) - https://pjrvs.com/mvpr/

Pada saat kita memulai bisnis hal utama yang perlu kita lakukan adalah bagaimana mendapatkan profit atau keuntungan secepat mungkin. Kalau kamu bekerja seorang diri, tanpa ada tanggungan lain seperti karyawan, maka dikatakan profit jika bisnismu sudah bisa untuk menggaji dirimu sendiri.

Jadi, jika kamu punya produk yang perlu kamu lakukan adalah merilisnya secepat mungkin. Saya dan pernah diskusi dengan beberapa dosen dan mentor saya terkait hal ini. Bagi kita mungkin ada yang masih mengganjal terkait hal ini. Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain:
  • Apakah tidak apa-apa produk yang belum sempurna dirilis?
Memilih menyempurnakan produk memiliki resiko kegagalan yang lebih besar ketimbang merilis produk itu sesegera mungkin. Kenapa ? karena sudah pasti produk tersebut tidak akan pernah dirilis.
  • Terus bagaimana kalau ada yang meng-copy paste ide saya?
Saya pernah dengar, ide orisinal tidak akan pernah dilupakan. At least, ide atau produk tersebut sudah mendapatkan tempat atau minimal sudah dikenal oleh masyarakat terlebih dahulu.


Saya pernah mendengar guyonan seperti ini, siswa dikenal karena dia datang paling awal atau karena dia datang paling akhir. Siswa dikenal karena dia dipaling pandai atau dia paling nakal, yang tengah-tengah atau yang sedang-sedang saja akan dilupakan. Atau, dalam hal ini yang pertama pasti akan mendapatkan exposure yang lebih banyak.

Kalau diibaratkan bayi, walaupun belum bisa berjalan usahakan produkmu sudah bisa merangkak, yang penting jangan sampai prematur terus kamu rilis. Bayi yang sudah merangkak minimal dia sudah bisa mencari ibunya kalau dia lapar atau haus. Walaupun belum bisa cari makan sendiri. At least, sudah bisa sustain adalah suatu pencapaian yang patut diapresiasi.

Go-Jek waktu pertama kali dirilis juga masih pakai SMS dan juga masih hanya untuk menawarkan jasa ojek, belum seperti sekarang yang sudah menawarkan berbagai layanan seperti Go-Food, Go-Life, dan Go-Pay. Facebook juga, Mark merilis Facebook ketika masih dibangku kuliah, Facebook awalnya masih berupa seperti buku tamu dengan tampilan seadanya pada masa itu.

Ketika produk kamu sudah kamu rilis dan ternyata kamu mendapatkan kritik dari pengguna. Justru kamu patut berterima kasih kepada mereka. Terkait kritik, kritik ibarat pisau. Jika kamu biarkan maka akan berkarat dan dapat membunuhmu. Jika kamu asah maka dapat membantu menajamkan produkmu.'

Keuntungan merilis produk sesegera mungkin adalah kamu tidak membutuhkan dana yang besar untuk operasional. Kamu merilis produk berdasarkan kebutuhan pasar atau audien, bukan berdasarkan asumsi-asumsimu. Fokuslah pada core feature atau fitur utama yang ingin kamu jual. Hal tersebut berguna untuk memastikan bisnis modelmu mendapatkan interest atau fit to the market. Percuma kan kalau kamu sudah susah-susah scale-up, sudah keluar uang banyak dan ternyata produkmu sepi peminat.

Berdasarkan artikel tersebut, MVPr tidak terkait dengan jumlah pengguna ataupun jumlah pertumbuhan per bulan, tidak juga pendapatan kotor, tetapi laba bersih. Hal tersebut yang akan menentukan apakah bisnis kamu akan sustain atau tidak. Jika sedari awal bisnis kamu sudah mendapatkan profit, maka kamu bisa lebih leluasa atau bisa fokus untuk mengembangkannya, tapi perlu diingat keputusan yang diambil harus berdasarkan profit aktual atau profit yang didapatkan saat ini.

Jika uang yang kamu gunakan untuk product development dan marketing lebih besar daripada profit aktual maka besar kemungkinan kamu akan mengalami run out of money atau run out of cash (kehabisan bensin). Karena kamu sudah on the right track, sudah di jalan yang benar, eh.., tapi bukan berarti kamu bisa berleha-leha. Kembangkan ide-ide atau fitur baru yang sekiranya berdampak pada aktual profit.

Kenapa aktual profit? you have just starting your business, right? umumnya dan banyak terjadi, startup atau bisnis yang belum atau baru dimulai sudah terburu-buru mencari funding atau investor akan lebih cepat mati, karena mereka akan dituntut untuk growth atau ROI (Return of Invesment) oleh para investor. Nah, karena dituntut untuk growth secara cepat they putting all eggs in one basket (which is they putting all money on marketing) and they forgot to develop their product.

Kalau kita pergi ke pasar untuk membeli sayur. Sayur yang organik dengan sayur anorganik harganya lebih mahal yang mana? atau jangan-jangan sayur organiknya malah tidak ada yang jual di pasar, dijualnya di supermarket, hehe. That’s the point, bisnis atau startup yang tumbuh secara organik akan lebih seksi di mata investor. You don’t have to call them because they will call you.

Startup atau rintisan yang hanya mempunyai satu orang pegawai yang merangkap CEO, CTO, COO, dan CeCe yang lainnya. Untuk startup entah kenapa saya lebih suka dengan sebutan Founder, atau Co-Founder jika lebih dari satu orang. Back to the topic, startup atau perusahaan rintisan umumnya dihuni oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan dan skills to create, untuk membuat produk ataupun servis. Orang yang ada di dalam tim umumnya sesuai dengan kebutuhan atau terkadang malah ada yang double job. Startup akan menambah tim bilamana hal tersebut memang sangat dibutuhkan dan jika profit yang didapat bisa meng-cover atau mendukung hal tersebut.

Untuk startup yang hanya terdiri dari satu atau dua orang, growth bukanlah hal utama, tapi yang terpenting adalah profit. Profit adalah ketika bisnis menhasilkan keuntungan yang cukup untuk meng-cover salary si owner. Setelah mendapatkan profit, startup sudah mulai stabil. Itu artinya kamu sudah bisa untuk menentukan beberapa pilihan seperti menaikkan pendapatan kamu, fokus ke scaling, mengurangi jam kerja dengan menambah anggota tim sehingga waktumu bisa kamu gunakan untuk hal yang lain. Hal tersebut tergantung pilihan kamu.

Bisnis yang menghasilkan keuntungan yang dapat diproyeksi dan konsisten adalah sebuah pencapaian tersendiri untuk sebuah perusahaan yang hanya dijalankan oleh satu orang. MVPr bisa kamu raih dengan tanpa mengeluarkan banyak uang atau least invesment dan dalam waktu yang singkat . Sebagai referensi saya sarankan kamu membaca buku The $100 Startup karya Chris Guillebeau. Di buku tersebut kamu akan menemukan berbagai contoh bisnis yang dimulai dengan modal kurang dari $100, bahkan ada yang tanpa modal.



Sesegara mungkin untuk mendapatkan profit adalah sesuatu yang penting bagi sebuah perusahaan yang dijalankan seorang diri karena fokus pada growth dan profit adalah sesuatu yang hampir mustahil disaat yang bersamaan. Untuk perusahaan yang sudah mapan, cara yang umum dilakukan untuk mencapai growth adalah dengan berinvestasi untuk masa yang akan datang. Sering kita ketahui perusahaan tersebut mengeluarkan banyak uang untuk marketing, sales, bahkan menambah teknologi dan infrastruktur agar bisa tumbuh. Kemudian mereka berharap hasilnya akan berlipat dari apa yang mereka keluarkan untuk marketing dan sales, sometimes it happens but sometimes not (they are betting on that).

Cara yang sama tidak akan selalu berhasil untukmu (One Person Company). OPC atau One Person Company merupakan sebuah perusahaan yang hanya dipunggawai oleh satu orang sehingga tidak memerlukan kantor. Orang tersebut umumnya merangkap marketing, product developer, dan tentu saja owner. OPC spends money ketika profit mereka mengizinkan hal tersebut. Umumnya mereka mengeluarkan uang hanya untuk kebutuhan dasar, agar perusahaan mereka dapat bernafas. Growth terasa akan pelan karena mereka memulainya dari nol ~ tahap awal adalah ketika laba yang mereka dapatkan masih sedikit begitu juga dengan pengeluaran mereka. Selanjutnya laba mereka akan mulai naik seiring waktu berjalan, begitu juga dengan pengeluaran mereka, dan seterusnya. Ini adalah suatu proses yang dilakukan secara bertahap.

Keuntungan eksponensial bukanlah tujuan utama dari One Person Company, karena dengan medapatkan keuntungan saja biasanya sudah cukup. Mulai dari situ kamu bisa memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan ~ apakah kamu mau tumbuh atau growth, atau tetap pada posisi saat ini, mengurangi waktu kerja, atau mulai scale-up ~ semua itu bebas kamu pilih karena kamu tidak memiliki tuntutan dari siapapun karena tujuan utamamu bukanlah untuk mendapatkan keuntungan ekponensial layaknya perusahaan besar yang dituntut untuk mendapatkan exponensial profit, atau simple-nya keuntungan yang kamu dapatkan lebih besar dari uang yang kamu keluarkan untuk menjalankan perusahaan tersebut dan yang terpenting semua itu bisa menunjang hidupmu. Tapi bukan berarti ketika kamu sudah mendapatkan profit akan membuatmu berhenti untuk berinovasi dan stagnant ~ yang dimaksud adalah ketika kamu sudah mendapatkan profit maka kamu tidak perlu lagi meninggalkan kehidupanmu untuk tumbuh besar dan cepat (work life balance).

Oke, mungkin itu saja review yang artikel yang bisa saya tulis. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Sabtu, 27 April 2019

The Money Doesn't

money does not solve your problem,
no matters how much money you have, the problem is always in.
maybe the problem is the money itself.

Jumat, 08 Maret 2019

Himel, A Cat From Heaven


Kenalkan namanya Himel, "a cat from a heaven". Panggilannya Hi, karena ini di Indonesia jadi aku manggilnya ”Heh..".


Dia stray cat yang aku ambil dari taman kota, waktu ketemu umurnya masih sekitar 1 bulanan. Waktu itu aku di taman kota lagi mainan tamiya *eh ngerjain skripsi deng. iya judul skripsinya "Pengaruh Bermain Tamiya terhadap Kebahagiaan Tuna Asmara", sekian.


Waktu lagi nugas, ada kucing kecil yang nyamperin, jalannya mirip model catwalk. Eh bentar, mungkin catwalk emang terinspirasi dari ini, ya.. ya.. bisa jadi.


Ini video waktu si himel ndusel-ndusel dan minta dibelai, padahal baru kenal. ðŸ˜„


Karena hari itu mau hujan, akhirnya tak bawa pulang. Btw, kita bersama kurang lebih sudah lima bulanan, sebelum akhirnya dia hilang diculik orang.


Balik lagi ke yang tadi, bingungkan gimana bawanya karena naik motor sambil bawa kotak mainan. Alhasil, itu kucing tak masukin kantong kresek tak taruh didepanku sambil tak kepit pakai kaki, was was kalau jatuh. Di sepanjang perjalanan dia meronta-ronta sambil nangis. Kepalanya nongol, dia hampir berhasil keluar. Yawdah karena panik langsung tak toyor palanya, masuk lagi deh tu koceng. Maapkeun sepurane cing, ya mau gimana lagi. Bukannya diam, suaranya malah makin menjadi-jadi.


Setelah sampai kost, ketemulah dia sama ibu kost rese, aku manggilnya Fish. Fish ini kucing tetangga cuma mainnya ke kost gw (memang ketampanan gw udah terkenal *sorry kepedean). Setelah dua tahun, aku baru tahu nama sebenarnya Fish ini adalah Flavi. Flavi ini sebelumnya nggak rese kalau sama gw, cuma dia soliter kalau ada kucing lain yang masuk wilayahnya jiwa yakuza-nya keluar dicakar-cakar tu kucing tak kenal cewek atau cowok. Ada satu kucing yang berhasil merebut hati Flavi. Gw taunya pas mereka lagi ena-ena, waktu gw baru balik kuliah sekitar jam 11 malam. Yah walaupun mereka tahu waktu tapi mereka nggak tahu tempat. Kenapa musti diparkiran motor gw woy, kan bisa disemak-semak atau di atas genteng kek sambil ngeliatin rembulan kan romantis (cowok Flavi nggak inisiatif apa ya). Lagian kalian juga belum sah jadi suami istri. Gw sempet rekam kejadian itu tapi filenya ke hapus karena hp ke hard reset. Beruntunglah kalian berdua karena aib kalian tidak jadi kusebar. :'(


Flavi itu baik dan penyayang, sering ngajarin aku masak, dia udah aku anggep sebagai mentor. ini foto waktu kita masak. Cuma satu yg gw inget komentar dia tentang masakan gw. ”masakanmuhambar. sama kyakhidupmu yg gitu-gitu aja". kejamnya dirimu Flavi. ðŸ˜­


Karena mendengar kata-kata itu akhirnya aku berencana mau bikin nasi koceng. besoknya si Flavi gak datang, mungkin niat jahatku sudah tercium. Yawdah aku pencet tombol alt+del. setelah itu si Flavi muncul dari balik Windows, sambil menawariku Apple. Ya tak tolaklah, kau pikir aku tidak tahu bahwa apple yang kau berikan itu Apple China.


Setibanya di rumah, tak pikir sifat ke ibu-ibuan Flavi keluar. Tetapi, yang terjadi malah ia ngambek. "kamu gitu ya mas, jarang pulang sekalinya pulang bawa anak", lah dia marah. dan sejak saat itu Flavi ogah gw pegang ðŸ˜­.


Selain Flavi ada satu lagi koceng, namanya Dominic. Ini video pertama kali si Dominic bertemu sama Himel. Kelak keduanya menjadi sahabat. Video kebersamaan mereka hilang karena hp ke hard reset tadi. Yang jelas si Himel suka nangkap buntutnya Dominic, sedangkan Dominic suka membersihkan bulu-bulu Himel, mungkin sudah dianggap anak sendiri. Oiya, Dominic ini kucing yang mempunyai kesabaran tingkat dewa saat menhadapi kelakuan Himel sama Flavi. Padahal Dominic tergolong kucing baru menginjak dewasa. 


Ada kejadian lucu ketika Dominic mau ngajak main Himel.
Dom: "Himel main yuk"
Hi: "Aku lagi nggak di rumah Dom", triaknya sambil sembunyi ðŸ˜‚



Selain usil dan nakal, Himel juga mempunyai jiwa ksatria. Ini moment ketika Himel menyelamatkan gw dari serangan Gojira aka Godzilla


Setelah berhasil ditumpas, ternyata masih ada anaknya yang mau membalaskan dendam orang tuanya. Untuk kedua kalinya, si Himel berhasil menyelamatkanku dari serangan Gojira Junior.


Setelah kejadian itu, selama seminggu entah kenapa tiap gw mau mandi si Himel ikut mulu. Dia nungguin di depan pintu kamar mandi sampai gw selesai mandi. Mukanya nggak kayak biasanya dan waktu gw pergi dia masih duduk termenung di situ. Mungkin ada sesuatu yang ingin dia katakan. Atau dia kebelet poop tapi takut air, entahlah. Hanya dia dan poop-nya yang tahu.


Oiya, sebetulnya gw mau pindah kost, karena kost yang sekarang mau di renovasi dan sekarang gw tinggal sendiri karena yang lain udah pada cabut. Karena di kost yg baru tidak boleh bawa hewan. Gw bingung mau menyerahkan tanggung jawab merawat Himel ke siapa.


Kemarin si Himel nggak balik, gw pikir nyangkut di tetangga. Tetapi besoknya juga nggak pulang, dalam hati, nggak mungkin orang mainnya paling jauh ke tetangga sebelah. Dia juga bukan anak dugem. ðŸ¤”


Besoknya gw tanya ibu yg jualan nasi disamping kost. Dari situ barulah gw tahu kalau Himel diculik orang. Yang bikin sedih dia diambil bukan saat main di jalan, tapi saat main di depan rumah. Ada orang yang bawa mobil putih terus turun sambil mancing supaya dia keluar pagar. Waktu kejadian itu gw nggak ada di rumah, karena lagi bimbingan skripsi.


Harapan gw cuma satu, semoga Himel baik-baik saja. jadi anak yg berbakti untuk keluarga barunya. Kalau suatu hari ketemu, semoga masih ingat gw. Buat yang nyulik, lain kali kalau mau nyulik izin dulu napa. Biar orang tuanya nggak kawatir. Minimal orang tuanya tau kalau anaknya diculik.👊